Home > Hukum Perjanjian > Syarat Sahnya Perjanjian

Syarat Sahnya Perjanjian

Adapun keempat syarat sebagaimana ditentukan dalam pasal 1320 KUH Perdata adalah :
1. Sepakat mereka yang mengikatkan dirinya
2. Kecakapan untuk membuat suatu perjanjian
3. Suatu hal tertentu
4. Suatu sebab yang halal

1. Sepakat mereka yang mengikatkan dirinya.
Dengan kata sepakat dimaksudkan bahwa kedua subjek yang mengadakan perjanjian itu harus bersepakat, para pihak setuju atau seia sekata mereka mengenai hal-hal yang pokok dari perjanjian yang di adakan itu. Apa yang di kehendaki oleh pihak yang satu juga dikehendaki pihak lain. Mereka menghendaki sesuatu hal yang sama secara timbal balik, misalnya seorang penjual suatu benda untuk mendapatkan uang, sedangkan si pembeli menginginkan benda itu dari yang menjualnya.

2. Kecakapan untuk membuat perjanjian.
Kecakapan disini orang yang telah berumur 21 tahun atau belum berumur 21 tahun tetapi sudah pernah kawin, sedangkan UU No 1 tahun 1974 pasal 7 pria sudah mencapai usia 19 tahun dan pihak wanita sudah mencapai usia 16 tahun. Kemudian tidak termasuk orang yang sakit ingatan atau bersifat pemboros yang karena itu oleh pengadilan diputuskan berada dibawah pengampuan dan seorang perempuan yang masih bersuami. Mengenai seorang perempuan yang masih bersuami setelah dikeluarkan surat edaran mahkamah agung No. 3 Tahun 1963, maka sejak saat itu seorang perempuan yang masih mempunyai suami telah dapat bertindak bebas dalam melakukan perbuatan hukum serta sudah di perbolehkan menghadap di muka pengadilan tampa seizin suami.

3. Suatu hal tertentu.
Suatu hal tertentu adalah sekurang kurangnya macam atau jenis benda dalam perjanjian itu sudah di tentukan, misalnya jual beli beras seberat 100kg jenis A merek B.

4. Suatu sebab yang halal.
Dengan syarat ini, sebab yang tidak halal adalah perjanjian tidak berlawanan dengan undang undang kesusilsaan dan ketertiban umum

Syarat subjektif adalah suatu syarat yang menyangkut pada subjek subjek prjanjian itu atau dengan perkataan lain. Apabila syarat subjektif tidak dipenuhi, maka salah satu pihak mempunyai hak untuk meminta supaya perjanjian itu dapat dibatalkan. Syarat ketiga dan syarat keempat merupakan syarat obyektif yaitu suatu hal tertentu dan suatu sebab yang halal jika tidak dipenuhi maka perjanjian batal demi hukum.

Categories: Hukum Perjanjian
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: